Sidoarjo kompanews9 – Merawat desa bisa di sebut Uri uri atau ruwat desa yang hari ini dilakukan desa Banjarwungu kecamatan tarik warga masyarakat kegiatan ini menjadi oase spiritual di tengah bisingnya kegiatan masyarakat sehari hari warga kandangan memilih berhenti sejenak, menundukkan kepala, dan menyapa perjuangan para perintis desa atau yang dikenal dengan istilah babat babah desa atau baurekso desa
Sementara kepala desa Banjarwungu Imam menjelaskan, Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pelestarian Budaya Daerah, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dalam menjaga warisan budaya
Desa Banjarwungu menunjukkan bahwa desa yang menjaga tradisi memiliki tingkat kohesi sosial lebih tinggi di masyarakat dan pentingnya literasi sejarah bagi generasi muda dan milenial agar tidak lupa sejara desa.
Ini adalah cara warga Dusun kali wunggu, klinter dan kandangan untuk meruwat Para leluhur bukan sekadar nama masa lalu, melainkan fondasi peradaban desa. Merawat makam berarti merawat nilai perjuangan mereka,” tegas kades
Masih kata kades kades kandangan Puncak acara ditutup dengan hiburan tradisional wayang kulit dan doa bersama untuk buyud Bowojati.
“Tradisi mendoakan leluhur adalah pagar budaya dan memohon keselamatan untuk semua warga desa Banjarwungu dan memohon rezeki yang melimpah sandang pangan janggan sampai ada warga yang kekurangan.
Kini desa Banjareungu telah membuktikan bahwa kemajuan zaman dan kelestarian tradisi bisa berjalan beriringan. Perjuangan mereka adalah pengingat bagi kita semua,” pungkasnya Imam kadis Banjarwungu (sud)




