Sidoarjo Kompas news – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pasar Taman, Sepanjang, Sidoarjo pada Senin malam. Ratusan warga, pedagang pasar, beserta ulama berkumpul untuk menggelar aksi zikir dan doa bersama di makam ulama sesepuh setempat, Mbah Dirjo Joyo Ulomo.(13/7/2026)
Sementara Edi Salah satu jamaah menjelaskan. Kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Dzikir Taubat Nur Ilahi ini menjadi momentum perdana pasca-insiden pengrusakan makam yang sempat memicu keprihatinan masyarakat. Saat ini, pelaku pengrusakan yang merupakan oknum pedagang pasar berinisial SA telah ditetapkan sebagai tersangka dan tengah menjalani proses hukum. Sejarah Makam Pasukan Pangeran Diponegoro.
Masih kata Edi. Berdasarkan penuturan sesepuh warga Taman, keberadaan makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo di dalam area pekarangan Pasar Taman memiliki nilai sejarah yang kuat. Mbah Dirjo diyakini merupakan salah satu prajurit laskar Pangeran Diponegoro.
Pasca-penangkapan Pangeran Diponegoro oleh kolonial Belanda sekitar tahun 1830, sisa pasukan setianya melarikan diri ke berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk menyelamatkan diri sekaligus menyebarkan dakwah. Salah satunya adalah Mbah Dirjo Joyo Ulomo yang kemudian menetap hingga akhir hayatnya di wilayah Sepanjang, Taman, Sidoarjo.
Ia juga bilang kegiatan ini Dihadiri Para Ulama Sepuh dan tokoh agama terkemuka di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Di antaranya tampak hadir Gus Anbiya, Gus Sugiantoro, serta Gus Affandi selaku pendiri (Majelis Dzikir Taubat Nur Ilahi Wonocolo Taman.
Hadir pula Gus Amir, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren “Tanpo Nama”, yang dalam kesempatan tersebut didaulat untuk memberikan tausiyah agama kepada ratusan jamaah yang memadati lokasi dari wilayah Taman, Kalijaten, Sepanjang, hingga Kota Surabaya.” Pungkas Edi.
Dalam sambutannya Gus Amir menekankan pentingnya menjaga akhlak dan spiritualitas di tengah dinamika kehidupan. Ia juga menjabarkan ada tiga kunci utama untuk meraih kebahagiaan hidup yang hakiki: Mencari rida Allah SWT. Mencari rida kedua orang tua. Mencari rida dari guru. Jika ketiga elemen ini sudah kita genggam dan ridai, insyaallah keselamatan dunia dan akhirat akan senantiasa menyertai langkah kita,
Ia juga bilang Sejumlah pedagang Pasar Taman mengaku sangat bersyukur dan menyambut positif atas terselenggaranya kegiatan keagamaan ini. Selain sebagai bentuk pelestarian situs sejarah religi juga menjadi ungkapan rasa sukur melakukan zikir bersama ini membuat suasana pasar menjadi lebih tenang dan adem,” ujar Gus Amir. (Sud)







