Avatar photo

‎Mojokerto Kompas News – Tak hanya memanjakan tamu dengan udara sejuk dan pesona alam pegunungan, Hotel Grand Whiz Trawas, Mojokerto juga punya cara tersendiri menghadirkan pengalaman tak terlupakan.

‎Bertepatan dengan malam Halloween, hotel yang berada di kaki Gunung Welirang ini menyulap suasana menjadi “Pasar Setan” atau Pasar Kliwon. Konsep unik bernuansa mistis khas lokal tersebut sukses menghadirkan sensasi berbeda bagi para pengunjung.(31/10/2026.)

‎Nuansa mistis langsung terasa saat pengunjung memasuki area acara. Berbagai ornamen horor, mulai dari pocong-pocongan hingga sosok kuntilanak, menghiasi kawasan yang dikemas menyerupai rumah hantu. Suasana semakin mencekam dengan rangkaian hiburan yang mengangkat tradisi dan budaya lokal.

‎Food and Beverage Manager Grand Whiz Hotel Trawas sekaligus penggagas acara, Deny Irawan, mengatakan konsep Pasar Setan sengaja dipilih untuk memberikan pengalaman Halloween yang berbeda dengan mengangkat kearifan lokal di kawasan Trawas.
‎“Karena tema yang harus kita ambil adalah Halloween, akhirnya konsep pasar senggol atau Pasar Kliwon itu saya angkat untuk berkolaborasi dengan nuansa mistis,” ungkap Deny.

‎Menurutnya, gagasan tersebut terinspirasi dari tradisi pasar senggol yang berkembang di sekitar kawasan Trawas. Persiapan acara bahkan sudah dilakukan sejak Agustus, mulai dari pematangan konsep, dekorasi, hingga penataan seluruh area kegiatan.

‎Tak hanya menghadirkan rumah hantu dengan suasana gelap dan penuh kejutan, perayaan tersebut juga menyuguhkan hiburan nonton bareng serta kolaborasi kesenian tradisional Ganongan khas Trawas.
‎Deny menjelaskan, keterlibatan kelompok kesenian Ganongan menjadi bagian penting untuk memperkuat identitas lokal dalam perayaan Halloween tersebut.

‎“Karena Ganongan itu sendiri pastinya bersinggungan dengan hal-hal yang sifatnya mistis. Alhamdulillah, teman-teman dari grup Ganongan bersedia support dan kita bisa berkolaborasi,” jelasnya.
‎
‎ia juga bilang Konsep yang memadukan hiburan modern dengan nuansa tradisional itu mendapat sambutan positif dari pengunjung maupun masyarakat sekitar. Bahkan, pihak hotel menilai acara tersebut menjadi terobosan baru dalam menghadirkan perayaan Halloween di kawasan Trawas.
‎Salah seorang pengunjung, Rama, asal Surabaya, mengaku tertarik dengan konsep yang ditawarkan. Menurutnya, sentuhan budaya lokal membuat perayaan Halloween terasa lebih hidup dan berbeda.
‎“Konsep hotelnya sangat menarik, karena untuk konsep hotel yang melokal di sini, jadinya Halloween-nya itu lebih seru aja,” kata Rama.

‎Meski demikian, Rama mengaku sempat diliputi rasa takut ketika pertama kali memasuki area dekorasi horor. Suasana gelap, kemunculan karakter menyeramkan, hingga atraksi bantengan yang dikemas dengan nuansa kesurupan menjadi bagian paling menegangkan baginya.

‎“Di awal sempat takut, tapi lama-kelamaan setelah ada MC-nya jadi agak lega. Yang bikin takut itu pas acara banting-banting, kayak kesurupan gitu, jadi takut dikejar-kejar,” tambahnya.

‎”Meski sempat dibuat merinding, Rama tetap menikmati rangkaian acara hingga selesai.”

Baginya, perpaduan suasana mistis, kesenian tradisional, dan hiburan interaktif menjadi pengalaman tersendiri yang sulit ditemukan dalam perayaan Halloween biasa. Melihat antusiasme pengunjung,

Manajemen Grand Whiz Hotel Trawas berencana kembali menggelar acara serupa pada tahun depan dengan konsep yang lebih besar. Sejumlah tenant makanan dan variasi minuman juga disiapkan untuk menambah kemeriahan acara.
‎“Insyaallah di tahun depan akan ada jilid dua yang mungkin akan lebih meriah. Tenant makanan dan variasi minuman yang hadir juga akan jauh lebih banyak,” tutup Deny.

‎Perayaan Halloween bertema Pasar Setan ini pun menjadi warna baru hiburan di kawasan Trawas. Tak hanya menawarkan sensasi horor, acara tersebut sekaligus menjadi ruang kolaborasi untuk memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi lokal kepada pengunjung.”(sud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *