Kompasnews9.com || Gedangan – Proyek swakelola Pemerintah Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan Sidoarjo berupa pemasangan bata putih di bibir sungai pada akses jalan tembusan menuju Jalan Raya Juanda kembali menuai sorotan. Selain dikerjakan tanpa papan nama proyek, nilai RAB, maupun identitas pengendali UD/CV, media juga menyoroti kualitas adonan pasir dan semen yang diduga tidak memadai.
Dilokasi pemasangan bata terlihat dilakukan untuk memperkuat tepi sungai, namun selain tidak adanya informasi proyek,media menduga kuat terjadi pengurangan komposisi semen pada adonan. Akibatnya, adonan mudah pudar dan terkesan tidak kokoh, sehingga dikhawatirkan tidak bertahan lama ketika terkena aliran air maupun cuaca.
“Kalau dilihat dari adonannya, seperti kurang semen. Batu kering saja sudah tampak mudah rontok,”ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini menambah dugaan bahwa proyek dijalankan tanpa pengawasan profesional dan tanpa standar teknis yang tepat. Warga menilai transparansi dan kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas, apalagi jika menggunakan anggaran desa.
Masyarakat berharap Pemdes Ketajen segera memberikan klarifikasi terkait ;
– Tidak adanya papan informasi proyek.
-Nilai RAB dan sumberdaya anggaran.
Identitas pelaksana/pengendali pekerjaan
– standar kualitas material yang digunakan.
Hingga berita ini ditayangkan,pihak Pemdes Ketajen belum bisa memberikan keterangan resmi mengenai dugaan ketidaksesuaian prosedur maupun kualitas material pada pooey. Sult




