Sidoarjo kompasnews9 – Air mata tak pernah kering setiap kali ia mengingat empat anaknya yang masih kecil. Ekonomi keluarga yang pas pasan memaksanya menguatkan hati, menjemput rezeki di jalanan sebagai pengemudi ojek motor online (Ojol). Setiap hari saya harus meninggalkan anak saya yang masih umur tiga bulan.
Seorang perempuan yang bernama Triyulianti. Menjelaskan bukan satu-satunya perempuan yang berjuang di tengah keterbatasan. Ada Novi, seorang pengemudi taksi yang menyusuri jalanan ibu kota dari subuh hingga larut malam demi membesarkan anak semata wayangnya.
“Apa pun akan saya lakukan untuk anak saya,” katanya dengan suara bergetar, sebuah tekad yang lahir dari pengalaman hidup yang keras.” Bilangnya.
Masih kata Triyulianti dan Novi dari jutaan perempuan Indonesia yang memanggul beban ekonomi keluarga. Menjadi ibu sekaligus ayah, menopang penghasilan suami yang tak menentu, bahkan menghidupi orang tua dan saudara. untuk bertahan hidup, melainkan untuk memberi harapan di tengah keterbatasan di tengah jalan terjal perempuan-perempuan prasejahtera, hadir sebuah institusi yang membuka ruang bagi kemandirian,” bilangnya Triyulianti
Ia juga bilang PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan mandat memberdayakan pelaku ultra mikro, PNM menjalankan visi untuk menghadirkan akses permodalan, pendampingan usaha, serta pemberdayaan perempuan prasejahtera.
Program unggulannya, PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), menjadi ekosistem yang bukan hanya meminjamkan modal, tetapi juga menguatkan karakter dan kapasitas usaha perempuan.” Pungkasnya trimulianti.
Di tempat yang sama Direktur Utama PNM Arief Mulyadi. Mengatakan kehadiran PNM telah menjadi jalan baru bagi jutaan perempuan Indonesia untuk berdaya. Selama 26 tahun, PNM telah menjalankan mandat negara untuk menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan kepada masyarakat prasejahtera.
“Selama 26 tahun PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia, khususnya prasejahtera,” kata Arief Mulyadi, Selasa, 24 Maret 2026.
Dalam forum internasional, EVP Pengembangan & Jasa Manajemen PNM, Razaq Manan Ahmad menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan adalah inti dari strategi pembangunan berkelanjutan PNM.
“Stronger the women, stronger the nation. Perempuan merupakan motor penggerak utama dalam menciptakan kemajuan ekonomi dan sosial,” katanya.
Ia juga menegaskan bagaimana program Mekaar membekali perempuan dengan bukan hanya modal, tetapi juga pengetahuan. 73% pembiayaan yang disalurkan oleh PNM berbasis syariah. Kami bekali nasabah dengan pendampingan usaha dan pemberdayaan agar mereka mampu maju lebih terarah dan memberi dampak yang lebih besar bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Hingga Februari 2026, PNM telah melayani 22,9 juta nasabah perempuan ultra mikro, dan menjangkau 60.250 desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Program ini telah berkembang menjadi salah satu lembaga pemberdayaan perempuan terbesar di dunia, bahkan melampaui berbagai institusi mikrofinansial global lainnya.” Ahirnya (Sud)




