Sidoarjo kompasnews9 – Meruwat desa bisa di sebut Uri uri atau ruwat desa yang hari ini dilakukan di balai desa Tempel kecamatan krian (14/2/2026)
Warga desa tempel dengan adanya kegiatan ini menjadi salah satu spiritual di tengah bisingnya kegiatan masyarakat sehari hari hari dan hari ini warga tempel memilih berhenti sejenak untuk menundukkan kepala, dan menyapa perjuangan para perintis desa atau yang dikenal dengan istilah babah desa atau baurekso desa.
Sementara Anulyakin kepala desa tempel Dalam sambutannya meyampaikan Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pelestarian Budaya Daerah, Maka dengan adanya kegiatan ini merupakan implementasi nyata dalam menjaga warisan budaya
Desa tempel menunjukkan bahwa warga masyarakat masih tetap menjaga tradisi memiliki tingkat sosial tinggi di kalangan masyarakat dan pentingnya literasi sejarah bagi generasi muda dan milenial agar tidak lupa sejara desa maupun dusun.
Ini adalah cara warga desa tempel bersama untuk meruwat Para leluhur bukan sekadar nama masa lalu melainkan fondasi peradaban desa untuk Merawat makam leluhur itu berarti merawat nilai perjuangan mereka,” tegas kades tempel
Masih kata kades tempel Puncak acara malam ini di balai desa. ditutup dengan hiburan tradisional campursarian dan wayang kulit juga doa bersama untuk mendoakan warga masyarakat.
Ia juga bilang tradisi mendoakan leluhur adalah cagar budaya dan memohon keselamatan untuk semua warga desa gempol klutuk dan memohon rezeki yang melimpah sandang pangan janggan sampai ada warga yang kekurangan.
Kini Warga desa tempel telah membuktikan bahwa kemajuan zaman dan kelestarian tradisi bisa berjalan beriringan. Perjuangan mereka adalah pengingat bagi kita semua pentingnya meruwt desa,” pungkasnya Anulyakin kades tempel (sud)




