Sejumlah wartawan di Tolak Oknum Pelaksana Proyek Ketika Hendak Melakukan Kegiatan Peliputan, Humas FK LSM&Pers Pertanyakan Ada Apa?

Avatar photo

Seluma, Kompasnews9.com – Proyek Penggantian Jembatan Laga dan Penggantian Jembatan Bangkai di Provinsi Bengkulu menuai sorotan publik, Kedua proyek infrastruktur di bawah naungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu ini menjadi pusat perhatian masyarakat dan media lokal akibat beberapa isu teknis di lapangan.

Humas Forum Komunikasi LSM dan Pers Provinsi Bengkulu Angga Riyanto kepada Kompasnews9.com 04/09/2026 mengomentari berkaitan dengan material jembatan yang di duga menggunakan bahan besi yang sudah mulai berkarat, hal tersebut menjadi kekhawatiran tentang kualitas pekerjaan”ujar Angga Riyanto

“Proyek jembatan ini dalam pengamatan kami di lapangan terdapat temuan dimana diduga material besi jembatan yang digunakan sudah berkarat, begitu juga aktifitas pekerja yang di dapati banyak pekerja yang mengabaikan aspek keselamatan kerja dengan tidak menggunakan Alat pelindung diri”.

Lebih lanjut Angga Riyanto menambahkan saat awak media berkunjung ke lokasi proyek perbaikan jembatan laga di desa Talang Sali sejumlah awak media mendapatkan perlakuan yang kurang baik, dimana salah satu oknum pelaksana lapangan dari CV JS Brother tidak mengizinkan media melakukan pekerjaan peliputan dan investigasi

“Saat kami akan melakukan kunjungan liputan di lapangan salah satu pelaksana proyek dengan nada ketus , tidak mengizinkan kami melakukan peliputan, saya tidak mengizinkan wartwan meliput” ungkap Angga Riyanto menirukan omongan pelaksana proyek CV JS Brother

Kondisi ini menurut Angga Riyanto memicu kecurigaan ada apa kog pelaksana proyek terkesan menghalangi kerja awak media yang akan melakukan Peliputan, ini melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Forum Komunitas LSM dan Pers Provinsi Bengkulu Mendesak kepada penanggung jawab kegiatan dan semua pihak yang terlibat termasuk Satuan Kerja wilayah 2 BJPN Provinsi Bengkulu agar memperketat pengawasan dan menjaga kualitas pekerjaan termasuk aspek keselamatan kerja (K3) pada kedua proyek strategis ini,

” Agar infrastruktur yang dihasilkan bisa bertahan lama dan tidak asal jadi kami berharap agar semua pihak memperketat pengawasan dan meningkatkan kinerja pelaksana lapangannya proyek tersebut, bahkan Pengurus forum komunikasi LSM dan Pers Provinsi Bengkulu berjanji akan terus memantau kegiatan tersebut , jika nanti di kemudian hari ada temuan kembali maka pihak Forum komunikasi LSM dan Pers Provinsi Bengkulu tidak segan segan untuk melakukan tindakan pengawas lebih dan laporan lebih lanjut”.

hingga berita ini tayang direktur CV JS Brother sebagai kontraktor pelaksana belum berhasil di konfirmasi media ini karena kesibukannya (M. Said)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *