Universitas Anwar Medika Dampingi Petani Wonosalam Pasarkan Kopi Durian Lewat Digital

Avatar photo

Jombang Kompas News – Dosen dan mahasiswa Universitas Anwar Medika, Sidoarjo, mendampingi Kelompok Tani Hutan (KTH) Lestari Dusun Tukum, Desa Wonosalam, Kabupaten Jombang, memasarkan produk Kopi Durian (KORAN) secara digital. Pendampingan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang lolos hibah pemerintah tahun 2026.

Program berjudul Mediasi Media Digital: Kualitas Produk dan Brand Awareness terhadap Keputusan Pembelian itu bertujuan menjaga keberlanjutan usaha KORAN Wonosalam. Kegiatan berlangsung selama enam bulan sejak Mei 2026. (19/8/2026)

Ketua tim pengabdian, Dr. Ns. Elis Anita Farida, S.Kep., M.M., Mengatakan pendanaan program berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2026. Program ini masuk skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Perguruan Tinggi (PMP) BIMA.

KTH Lestari menaungi sekitar 50 petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk unggulan mereka berbahan kopi Excelsa, Robusta, dan Arabika yang tumbuh di kawasan pegunungan Wonosalam. Kendati kualitas bahan bakunya baik, pemasaran selama ini hanya mengandalkan WhatsApp. Media sosial belum dimanfaatkan untuk berjualan, sementara jaringan internet di lokasi masih lemah.

Untuk mengatasinya, tim menggelar lima tahap pendampingan lapangan, yakni bersosialisasi dan analisis kebutuhan mitra juga pelatihan pengoperasian website bisnis yang terindeks Google, optimasi jaringan internet lokal (RT/RW Net); pelatihan pembuatan konten promosi di TikTok dan Instagram, mulai dari foto produk hingga penulisan narasi promosi; dan pendampingan langsung dari rumah ke rumah.

Hasilnya KTH Lestari kini memiliki satu website bisnis resmi berisi katalog produk. Tiga titik akses internet di area kumpul mitra juga telah dioptimalkan. Sekitar 50 petani dan pelaku UMKM didampingi hingga mampu mengunggah konten promosi secara mandiri. Akun media sosial yang sebelumnya hanya untuk hiburan pribadi kini dipakai untuk mempromosikan produk.

“Melalui sistem digital yang tepat, kami berharap perekonomian UMKM KORAN Wonosalam dapat meningkat,” ujar Elis.

Masih kata Elis, Program ini juga melibatkan lima mahasiswa melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mereka ikut mendampingi pelaku UMKM secara langsung di lapangan.

Ke depannya tim akan menyusun modul panduan digitalisasi dan pemasaran usaha, serta menyerahkan pengelolaan website, media sosial, dan jaringan internet kepada pengurus KTH Lestari. Pengembangan kemasan dan penentuan posisi produk di pasar disiapkan sebagai tahap keberlanjutan program.

Elis juga berharap program ini terus berlanjut. “Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan dan menjadi upaya nyata meningkatkan kesejahteraan petani lokal,” katanya. (**/sud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *