REKTOR UNIVERSITAS ANWAR MEDIKA DORONG MAHASISWA BARU UNTUK CEPAT BERADAPTASI 

Avatar photo

Sidoarjo Komas News  — Memasuki perguruan tinggi bukan sekadar mengejar gelar. Di tengah perubahan teknologi, kecerdasan buatan, persaingan global, pengangguran, dan berbagai persoalan masyarakat, mahasiswa dituntut menjadi generasi yang kompeten, tangguh, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi. (7/9/2026)

Martina Kurnia Rohmah, S.Si., M.Biomed. Rektor Universiyas Anwar Medika saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, di Auditorium 1 Lantai 7 Universitas Anuwar Medika. Menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Universita Anwar Medika dan Selamat datang. Mulai hari ini, kalian adalah bagian dari keluarga besar Universitas Anwar Medika ,

Ia mengajak mahasiswa mensyukuri kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Berdasarkan data BPS, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi Indonesia pada 2025 baru mencapai 32,89 persen.

Karena itu, kesempatan menjadi mahasiswa harus dimanfaatkan untuk membangun kompetensi, karakter, pengalaman, jejaring, dan karya. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Jangan kuliah hanya untuk mendapatkan ijazah. Jadikan masa kuliah sebagai proses untuk bertumbuh dan mempersiapkan masa depan Menghadapi tahun 2030,” pesannya.

Menurut Martina, mahasiswa saat ini akan menghadapi dunia yang berubah jauh lebih cepat. World Economic Forum melalui Future of Jobs Report 2025 memproyeksikan 39 persen keterampilan inti pekerja akan berubah hingga 2030.

Karena itu, mahasiswa harus membiasakan diri melakukan upskilling dan reskilling. Jangan belajar hanya untuk hari ini karna dunia akan berubah, teknologi berubah, pekerjaan berubah. Maka kompetensi kita juga harus berubah,” tegasnya.

Selain kompetensi akademik, mahasiswa perlu mengembangkan analytical thinking, creative thinking, technological literacy, leadership, komunikasi, kolaborasi, kemampuan beradaptasi, dan lifelong learning. ia juga mengajak mahasiswa melihat persoalan masyarakat sebagai panggilan untuk berkontribusi.

Pengangguran, kemiskinan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan berbagai persoalan sosial membutuhkan kontribusi generasi terdidik.“Ketika melihat persoalan di masyarakat, jangan hanya bertanya siapa yang harus menyelesaikannya. Tanyakan kepada diri sendiri: apa yang bisa saya lakukan ,” bilangnya

masih kats martina. Mahasiswa kesehatan diharapkan menghadirkan solusi bagi persoalan kesehatan. Mahasiswa teknologi menciptakan inovasi dan solusi digital. Sementara mahasiswa bisnis didorong menciptakan nilai ekonomi, membangun kewirausahaan, dan membuka peluang kerja.

Karena itu, Rektor menekankan pentingnya menghasilkan riset dan pengabdian yang berdampak, bukan sekadar memenuhi tugas akademik. Ilmu harus menjadi karya. Riset harus menjadi solusi. Dan pengabdian harus menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.”

Mental Juara dan Aktif Mengembangkan Diri Kompetensi, menurut Martina, harus dibarengi dengan mental tangguh dan mental juara. Mahasiswa harus berani mencoba, mampu bangkit dari kegagalan, tidak mudah menyerah, dan terus mengembangkan diri.

Mahasiswa juga didorong aktif dalam organisasi, kompetisi, penelitian, pengabdian, kewirausahaan, komunitas, dan berbagai kegiatan pengembangan diri.” Pungkasnya

Selanjutnya, Rektor secara simbolis menyerahkan mahasiswa baru kepada fakultas masing-masing. Mahasiswa baru Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) diserahkan kepada Dekan FIK Amellya Octivani, S.Tr., M.Kes., sedangkan mahasiswa baru Fakultas Teknologi Bisnis (FTB) diserahkan kepada Dekan FTB Rony Kriswibowo, S.Kom., M.Kom.

Bukan sekadar mengejar gelar. Bukan sekadar mencari pekerjaan. Tetapi menyiapkan diri untuk menjadi generasi yang mampu menghadapi perubahan, menciptakan solusi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (sud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *