Kompasnews9.com || Balikpapan – Sebanyak 320 peserta Latihan Kader Bela Negara mendapatkan pembekalan materi *Ketahanan Nasional* yang disampaikan oleh Kolonel Inf Rudy Sandry, S.Sos., M.M., M.A.B., Pamen Ahli Pangdam VI/Mulawarman Bidang Operasi Militer Perang (OMP), di Aula Yonif 600/Modang, Balikpapan (4/11/26).
Materi ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan kesadaran bela negara, serta membangun pemahaman tentang pentingnya menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam materinya, Kolonel Inf Rudy Sandry menjelaskan bahwa Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamis bangsa yang mencerminkan keuletan dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG), baik dari dalam maupun luar negeri. Ketahanan Nasional tidak hanya bertumpu pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan bangsa melalui konsep Astagatra, yang terdiri atas Trigatra (geografi, demografi, dan sumber kekayaan alam) serta Pancagatra (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan).
Ia juga menekankan bahwa Ketahanan Nasional harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari ketahanan individu, keluarga, wilayah, hingga nasional. Kekuatan tersebut membutuhkan persatuan, stabilitas nasional, pengelolaan sumber daya yang optimal, serta kesadaran seluruh komponen bangsa untuk menghadapi dinamika lingkungan strategis dan berbagai ancaman multidimensi.
“Ketahanan Nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan aparat keamanan, melainkan tanggung jawab seluruh komponen bangsa melalui implementasi nilai nilai bela negara. Setiap warga negara memiliki peran dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. Karena itu, bela negara harus diwujudkan melalui kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan terhadap Pancasila, serta kontribusi nyata sesuai peran masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegas Kolonel Inf Rudy Sandry.
Melalui pembekalan ini, 320 peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep Ketahanan Nasional secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Para kader diharapkan menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, memiliki nasionalisme kuat, serta mampu menjadi agen penggerak persatuan dan kesadaran bela negara di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat Ketahanan Nasional melalui pembentukan sumber daya manusia yang tangguh, berwawasan kebangsaan, dan memiliki komitmen menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.(Rahma)












