Sidoarjo Kompas News — Proses pemugaran dan pembangunan kembali Makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo di area Pasar Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, kini telah mencapai hampir 70 persen pembangunan swadaya masyarakat.
Di lakukan menyusul insiden pengrusakan area pemakaman keramat tersebut beberapa waktu lalu oleh oknum pemugaran persemayaman tokoh lokal yang dikenal masyarakat setempat dengan nama Mbah Pasekan tersebut dimotori langsung oleh Gus Fandi Ahmad, Pendiri Majelis Dzikir Taubat Nur Ilahi (MDTNI) Wonocolo, Sepanjang. Aksi gotong royong ini melibatkan jajaran jamaah majelis, pedagang pasar, serta para simpatisan dan tokoh masyarakat sekitar. (11/8/2026)
Dalam kesempatan ini Gus Fandi Ahmad. Menjelaskan bahwa total anggaran pembangunan makam ini diperkirakan mendekati Rp50 juta. Seluruh dana dihimpun secara mandiri melalui iuran swadaya dan keikhlasan warga yang peduli akan kelestarian situs religi di wilayah tersebut.
Is juga bilang Pembangunan yang hampir mendekati angka Rp50 juta ini sementara masih dalam bentuk urunan atau swadaya dan kami berharap pemugaran ini dapat segera rampung secara menyeluruh,” ujar Gus Fandi di sela-sela kegiatan majelis.
Masih kata Gus Fandi di tengah berjalannya proses pembangunan makam majelis dzikir taubat nur Ilahi menggelar rutinitas dzikir bersama di area makam sebanyak 250 orang jamaah dengan khusyuk semua mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan tawassul, pembacaan fadilah Surah Yasin, tahlil, hingga tausiyah keagamaan dan ikut hadir Gus Sholikan, Gus Yono, Gus Anbiya (tokoh daerah Ngelom), Gus Amir (Pengasuh Pondok Pesantren Tanpo Nama), serta Gus Fandi Ahmad.” Pungkasnya Gus Fandi.
Di tempat yang sama Gus Amir menekankan pentingnya mengedepankan paradigma akhlak ketimbang berdebat dalam paradigma fikih dalam menyikapi perbedaan pendapat (ikhtilaf). Menurutnya, gerakan menghakimi Al-Takhti’ah menganggap hanya satu pendapat yang benar dan lainnya salah. sudah saatnya diganti dengan gerakan At-Tashwibah saling menghormati dan membenarkan keberagaman pendapat yang berdasar.
“Sesungguhnya jika Aku beri nikmat maka kita wajib bersyukur, tetapi apabila kamu kufur atas nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Kita harus bersatu dan rukun dalam hidup bermasyarakat dan Sesungguhnya muslim yang satu dengan muslim lainnya adalah saudara, maka kita wajib bergotong royong dalam menegakkan ukhuwah islamiyah,” tegas Gus Amir.
Ia menambahkan bahwa kecintaan umat kepada Rasulullah SAW ditunjukkan dengan menghormati dan menziarahi makam para wali serta aulia yang mengajarkan risalah kebaikan.” Ujarnya (sud)









