Tanamkan Karakter Positif, Polres PPU Ajak Pelajar SMAN 1 Penajam Lawan Perundungan

Avatar photo

Kompasnews9.com || PENAJAM PASER UTARA – Polres Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan melalui program Polisi Peduli Pendidikan. Kali ini, jajaran Polres PPU mengajak para pelajar SMA Negeri 1 Penajam untuk bersama-sama mencegah perundungan (bullying) dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan dan edukasi saat upacara bendera di SMA Negeri 1 Penajam, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin (19/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., diwakili Wakapolres PPU Kompol Roganda, S.H., M.H., yang bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran kepada pelajar tentang pentingnya kedisiplinan, menjaga keamanan, serta membangun perilaku positif di lingkungan sekolah.

Upacara tersebut diikuti oleh siswa-siswi, guru, dan tenaga pendidik SMA Negeri 1 Penajam. Turut hadir Kasat Lantas Polres PPU AKP Dedik Indria Prasetyo, S.H., M.H., Kasat Samapta Polres PPU AKP Wiji Santosa, Kaurmintu Satlantas Ipda Donie Fenti Saisab, S.H., Kanit Kamsel Satlantas Aiptu Andi Ibrahim, personel Satbinmas Polres PPU, serta Plt. Kepala SMAN 1 Penajam, Jaelani, M.Pd.

Dalam amanatnya, para pelajar diingatkan bahwa perundungan bukan sekadar candaan apabila tindakan tersebut membuat orang lain merasa terhina, takut, tertekan, atau tersakiti. Setiap siswa diharapkan mampu memahami batasan dalam bercanda, menghargai perasaan orang lain, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat dan saling mendukung.

Perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, ejekan dan penghinaan secara verbal, pengucilan dalam pergaulan, hingga perundungan melalui media sosial atau cyberbullying.

Dampak perundungan tidak boleh dianggap sepele. Korban dapat kehilangan rasa percaya diri, takut datang ke sekolah, mengalami hambatan dalam proses belajar, bahkan menghadapi trauma psikologis berkepanjangan.

Karena itu, para pelajar diimbau untuk tidak menormalisasi perundungan dengan alasan bercanda, iseng, atau sekadar mengikuti teman. Setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk menghargai perbedaan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi seluruh warga sekolah.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Wakapolres Kompol Roganda juga menekankan pentingnya membentuk karakter pelajar yang berprestasi, disiplin, dan berintegritas. Generasi muda diharapkan mampu menunjukkan keberanian melalui pencapaian positif, bukan dengan intimidasi, kekerasan, atau tindakan yang merendahkan orang lain.

Para siswa juga diingatkan agar tidak ikut menertawakan, merekam, maupun menyebarluaskan tindakan perundungan. Apabila melihat teman menjadi korban, pelajar diharapkan memberikan dukungan dan melaporkan kejadian tersebut kepada guru, pihak sekolah, atau orang dewasa yang dapat dipercaya.

Selain itu, para pelajar diberikan pemahaman bahwa tindakan perundungan yang memenuhi unsur pelanggaran hukum dapat diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Polres PPU Perkuat Sinergi dengan Sekolah Cegah Perundungan

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres PPU terus mendorong sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, guru, orang tua, dan pelajar dalam menjaga keamanan serta menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Kehadiran jajaran kepolisian di lingkungan sekolah merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus menanamkan kesadaran hukum, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama sejak dini.

Polres PPU mengajak seluruh pelajar untuk berani menolak perundungan, menjaga persaudaraan, menggunakan media sosial secara bijak, serta menjadikan sekolah sebagai tempat yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi.

Dengan semangat Polri Bersama Masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan bebas dari kekerasan sehingga setiap pelajar dapat belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita dengan penuh percaya diri.(Rahma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *