Bengkulu Selatan, Kompasnews9.com – Proyek peningkatan aliran sungai di kawasan Pasar Bawah, Bengkulu Selatan, dikenal sebagai kegiatan Penataan Arus Sungai Air Manna ke Muara, dengan pelaksana kegiatan dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Selatan
Proyek ini memiliki Anggaran Rp1,5 miliar bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Bengkulu Selatan serta di kerjana oleh kontraktor pelaksana CV Rantau Panjang, tujuan proyek ini dalam rangka membangun pengarah arus muara guna mengurangi risiko karam bagi perahu nelayan saat keluar masuk menuju pantai.
Lokasi Pengerjaan di mulai dari titik rawan Jalan Pangeran Duayu sampai ke Jembatan Air Manna di Kelurahan Pasar Bawah.
Namun proyek yang sudah berjalan April 2026 lalu berdasarkan kontrak kerja nomor 610/141/DAU/SPK/SDA/DPUPR/BS/2026 di lapangan sudah mencapai 80% lebih pengerjaan nya , bahkan alat berat Excavator sudah di datangkan oleh kontraktor pelaksana.
Adalah aktifis forum komunikasi LSM dan Pers Provinsi Bengkulu melalui Ketua Bidang Humas Angga Riyanto menyoroti kualitas pekerjaan yang di nilai banyak kejanggalan , dimana menurut Angga Riyanto saat dirinya melakukan investigasi langsung di lapangan di dapati hasil cetakan balok penahan arus yang sudah mulai retak dan pecah bahkan kualitas adukannya di duga tidak sesuai dengan spek pekerjaan karena terlibat tidak kokoh dan gampang rusak ujar Angga Riyanto seperti yang disampaikan ke jurnalis kompasnes9.com, Minggu 30/08/2026
” *Jika dilihat secara kasat mata, pekerja cetakan balok penahan arus air di duga tidak sesuai Spek di mana kualitas pekerjaannya terkesan asal jadi , bahkan pihaknya mendapat ada material yang di gunakan untuk cetakan menggunakan batu bulat, termasuk penggunaan material pasir yang di duga kuat berasal dari lokasi yang tidak jauh dari lokasi pekerjaan, mengingat tidak jauh dari lokasi pekerjaan ada tambang pasir warga”.*
Selain itu Angga Riyanto menambahkan di lokasi banyak di temukan cetakan batu penahan arus sudah banyak yang retak, padahal belum di gunakan dan baru saja selesai pengerjaannya, oleh karena itu pihaknya mendesak kepada dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Selatan agar memanggil kontraktor pelaksana serta segera melakukan audit berkaitan dengan dugaan ketidak layakan pekerjaan yang di lakukan
‘ *Jangan sampai proyek yang menggunakan uang negara ini di kerjakan asal asalan, serta cenderung manipulasi kualitas pekerjaan, hal ini tentu akan berdampak kerugian terhadap masyarakat pengguna nantinya”* ucap Angga Riyanto
Bahkan pihaknya tidak segan akan segera berkordinasi dengan pihak kejaksaan tinggi Bengkulu mendesak agar secepatnya melakukan audit pemeriksaan internal jika ternyata nanti terbukti ada ditemukan kejanggalan serta pekerja yang melanggar hukum” pungkas Angga Riyanto
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Selatan Iwan Darmawan, S.T. tidak bersedia merespon konfirmasi media melalui pesan singkat aplikasi whatshapp , bahkan saat sejumlah awak media berkunjung ke kantor dinas PUPR Bengkulu Selatan staff yang bertugas menyampaikan bahwa kepala dinas sedang ada kegiatan di luar sehingga sejumlah awak media tidak mendapat informasi apa apa.
hingga berita ini tayang Kadis PUPR Kabupaten Bengkulu Selatan Iwan Darmawan belum bersedia merespon konfirmasi media.
pewarta : Susyanto













