Pekan Budaya Borneo 2026 Hari Kedua Hadirkan Ragam Seni Tradisi, dari Ronggeng Massal hingga Barongsai

Avatar photo

Kompasnews9.com || BALIKPAPAN – Rangkaian kegiatan Pekan Budaya Borneo 2026 memasuki hari kedua dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni, budaya, dan tradisi Nusantara. Kegiatan yang berlangsung di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (7/11/2026), ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya bangsa kepada masyarakat.

Mengusung tema “Jejak Maestro: Merawat Simpul Para Penjaga Tradisi”, Pekan Budaya Borneo 2026 tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga wadah untuk memperkuat eksistensi para pelaku budaya, maestro, serta generasi penerus dalam menjaga warisan tradisi Nusantara.

Pada hari kedua, panitia telah menyiapkan sejumlah agenda menarik yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Kegiatan diawali pukul 08.00–09.00 WITA dengan Ronggeng Massal, kemudian dilanjutkan pukul 09.00–12.00 WITA dengan Demo Masak Jejak Rasa Nusantara yang mengangkat kekayaan kuliner tradisional Indonesia.

Memasuki siang hingga sore hari, pukul 13.00–18.00 WITA, pengunjung disuguhkan Pagelaran Bantengan sebagai salah satu kesenian tradisional yang memiliki daya tarik tersendiri.

Selanjutnya, mulai pukul 19.35 WITA, suasana semakin semarak dengan berbagai pertunjukan tari tradisional. Di antaranya Tari Gantar, Tari Topeng Penembe, Tari Saman, Tari Jepin Tempurung dan Tari Bebasoh, Tari Piring, Tari Bawi Batuah, serta Tari Nugawi Etam Meanyam.

Tidak hanya menampilkan kesenian tari, panggung Pekan Budaya Borneo 2026 juga menghadirkan pertunjukan Kuda Lumping pada pukul 20.55–21.40 WITA.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Wushu bertajuk “Gold Dragon Balikpapan” pada pukul 21.40–22.10 WITA. Sebagai penutup, pengunjung akan disuguhkan pertunjukan Barongsai pada pukul 22.10–22.55 WITA.

Beragam penampilan tersebut memperlihatkan kekayaan ekspresi seni dan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Indonesia. Perpaduan kesenian tradisional dan pertunjukan budaya dari berbagai latar belakang menjadi gambaran keberagaman yang patut dijaga dan diwariskan.

Pekan Budaya Borneo 2026 diharapkan mampu menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal maupun nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang apresiasi bagi para seniman dan pelaku budaya untuk terus berkarya serta memperkenalkan tradisi kepada generasi muda.

Melalui semangat pelestarian budaya, Pekan Budaya Borneo 2026 menegaskan bahwa warisan leluhur bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas bangsa yang harus terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Pekan Budaya Borneo 2026 diselenggarakan melalui dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Balikpapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *